Seputar Publik / Berita

PTPN IV PalmCo Targetkan 5.120 Sertifikasi Kompetensi, Perkuat SDM Unggul untuk Tingkatkan Daya Saing Industri Sawit Nasional

Transformasi SDM melalui sertifikasi kompetensi, penguatan asesor internal, dan pengembangan Subject Matter Expert (SME) menjadi strategi PalmCo dalam meningkatkan produktivitas, efisiensi operasional, dan tata kelola perusahaan yang berkelanjutan.
 PTPN IV PalmCo menegaskan komitmen perusahaan mempercepat sertifikasi kompetensi bagi 5.120 tenaga kerja sebagai langkah strategis membangun SDM unggul, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat daya saing industri kelapa sawit nasional. PTPN IV PalmCo menegaskan komitmen perusahaan mempercepat sertifikasi kompetensi bagi 5.120 tenaga kerja sebagai langkah strategis membangun SDM unggul, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat daya saing industri kelapa sawit nasional.

Selain sektor tanaman, PalmCo juga memperluas transformasi kompetensi ke bidang pengolahan melalui pelaksanaan pengukuran kompetensi terhadap 1.312 karyawan mekanik di Pabrik Kelapa Sawit (PKS). Langkah ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan keandalan operasional pabrik sekaligus menjaga konsistensi kualitas proses produksi.

Untuk memperkuat sistem pengembangan SDM secara berkelanjutan, PalmCo juga telah menyiapkan 42 asesor kompetensi, terdiri atas 29 Asisten dan 13 Asisten Kepala (Askep) yang tersebar di seluruh regional operasional perusahaan.

Saat ini, sebanyak 10 asesor internal telah aktif menjalankan tugas sebagai asesor kompetensi guna mendukung percepatan proses sertifikasi di berbagai unit kerja.

Sebagai strategi jangka panjang, PalmCo turut menetapkan 30 Subject Matter Expert (SME) terbaik pada bidang Tanaman dan Teknik Pengolahan dari Regional I hingga VII. Para SME tersebut telah mengikuti program Train the Trainer di PT LPP Agro Nusantara (LPPAN) untuk membangun ekosistem pembelajaran internal yang kuat, berkelanjutan, dan berbasis kompetensi.

Peningkatan kapasitas para mandor dan asisten afdeling diyakini akan memberikan dampak positif terhadap operasional perusahaan, mulai dari meningkatnya akurasi pemeliharaan tanaman, ketepatan aplikasi pemupukan, optimalisasi produktivitas kebun, hingga menekan potensi kehilangan hasil (losses) dalam proses panen.

Tulis Komentar

Komentar