Seputarpublik.com || JAKARTA – PTPN IV PalmCo terus mempercepat transformasi sumber daya manusia (SDM) melalui program sertifikasi kompetensi berskala besar. Perusahaan menargetkan sebanyak 5.120 tenaga kerja memperoleh sertifikasi kompetensi sebagai bagian dari strategi membangun SDM yang profesional, kompeten, adaptif, dan berdaya saing guna memperkuat produktivitas serta keberlanjutan industri kelapa sawit nasional.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menegaskan bahwa pengembangan kompetensi merupakan investasi strategis perusahaan dalam menciptakan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan.
> "Standardisasi kompetensi tidak hanya meningkatkan kualitas individu karyawan, tetapi juga menjadi penggerak utama peningkatan produktivitas, efisiensi operasional, dan tata kelola perusahaan yang semakin baik," ujar Jatmiko.
Hingga Juni 2026, PalmCo telah mencetak 2.581 tenaga kerja tersertifikasi di bidang tanaman. Jumlah tersebut terdiri atas 86 Asisten Kepala, 336 Asisten Afdeling, serta 2.159 Mandor I dan Mandor Pemeliharaan yang telah memiliki kompetensi terverifikasi sesuai standar industri.
Keberadaan tenaga kerja bersertifikat tersebut diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam memastikan operasional perkebunan berjalan lebih efektif, efisien, dan berkinerja tinggi.
Selain sektor tanaman, PalmCo juga memperluas transformasi kompetensi ke bidang pengolahan melalui pelaksanaan pengukuran kompetensi terhadap 1.312 karyawan mekanik di Pabrik Kelapa Sawit (PKS). Langkah ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan keandalan operasional pabrik sekaligus menjaga konsistensi kualitas proses produksi.
Untuk memperkuat sistem pengembangan SDM secara berkelanjutan, PalmCo juga telah menyiapkan 42 asesor kompetensi, terdiri atas 29 Asisten dan 13 Asisten Kepala (Askep) yang tersebar di seluruh regional operasional perusahaan.
Saat ini, sebanyak 10 asesor internal telah aktif menjalankan tugas sebagai asesor kompetensi guna mendukung percepatan proses sertifikasi di berbagai unit kerja.
Sebagai strategi jangka panjang, PalmCo turut menetapkan 30 Subject Matter Expert (SME) terbaik pada bidang Tanaman dan Teknik Pengolahan dari Regional I hingga VII. Para SME tersebut telah mengikuti program Train the Trainer di PT LPP Agro Nusantara (LPPAN) untuk membangun ekosistem pembelajaran internal yang kuat, berkelanjutan, dan berbasis kompetensi.
Peningkatan kapasitas para mandor dan asisten afdeling diyakini akan memberikan dampak positif terhadap operasional perusahaan, mulai dari meningkatnya akurasi pemeliharaan tanaman, ketepatan aplikasi pemupukan, optimalisasi produktivitas kebun, hingga menekan potensi kehilangan hasil (losses) dalam proses panen.
Jatmiko menegaskan, transformasi perusahaan hanya dapat dicapai apabila didukung oleh SDM yang memiliki kompetensi terstandar dan terus berkembang mengikuti kebutuhan industri.
> "Transformasi perusahaan hanya dapat diwujudkan melalui SDM yang terus belajar, berkembang, dan memiliki kompetensi yang terstandar. Karena itu, kami akan terus mengakselerasi program sertifikasi hingga mencapai target 5.120 tenaga kerja tersertifikasi, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan dalam peningkatan kinerja, efisiensi, serta penguatan tata kelola perusahaan," tegasnya.
Melalui percepatan program sertifikasi kompetensi ini, PTPN IV PalmCo semakin menegaskan komitmennya sebagai perusahaan agribisnis nasional yang terus membangun SDM unggul, profesional, dan adaptif sebagai fondasi utama dalam memperkuat daya saing industri kelapa sawit Indonesia di tingkat global, sekaligus mendukung praktik bisnis yang berkelanjutan dan berorientasi pada peningkatan kinerja perusahaan. (Red)*