Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai toleransi dan kerukunan di tengah masyarakat yang majemuk. Menurutnya, berbagai perbedaan pandangan seharusnya disikapi melalui cara-cara yang damai serta sesuai dengan mekanisme hukum yang berlaku.
"Jangan sampai kejadian seperti ini mencederai semangat toleransi beragama dan mengganggu aktivitas para tokoh agama dalam menjalankan dakwahnya," ujarnya.
Syahrul Aidi turut meminta aparat kepolisian mengambil langkah preventif dan profesional guna mengantisipasi potensi gangguan terhadap kegiatan keagamaan di masa mendatang.
"Kami berharap aparat keamanan bersikap proaktif dalam menjaga situasi tetap aman, memberikan perlindungan terhadap aktivitas tokoh agama, serta mencegah terulangnya peristiwa serupa," tambahnya.
Ia menegaskan bahwa negara memiliki tanggung jawab untuk menjamin kebebasan masyarakat dalam menjalankan ibadah dan kegiatan keagamaan, sekaligus menjaga keamanan, ketertiban umum, dan persatuan bangsa.
Peristiwa penghadangan terhadap UAS tersebut menjadi perhatian publik serta memunculkan berbagai tanggapan mengenai pentingnya menjaga toleransi, menghormati kebebasan beragama, dan mengedepankan penyelesaian persoalan melalui jalur yang damai serta sesuai dengan ketentuan hukum.
Meski sempat terjadi aksi penolakan, kegiatan Tabligh Akbar yang menghadirkan Ustaz Abdul Somad akhirnya tetap berlangsung sesuai agenda dengan pengamanan dari aparat keamanan.(Red)*
Komentar