Beranda
Seputar Publik / Berita

Ternyata Supersemar Bukan Sebuah Surat, Melainkan Sebuah Buku Wasiat

Ayu Gembirowati Soekarno Putri Ayu Gembirowati Soekarno Putri

Seputarpublik, Jakarta – Ternyata surat perintah sebelas maret (Supersemar) bukan hanya sekedar surat perintah, melainkan sebuah buku wasiat yang di buat presiden RI pertama Ir Soekarno untuk seluruh rakyat Indonesia, buku tersebut berisikan dari 11 pasal dan beberapa halaman.

Isinya merupakan sebuah wasiat dan amanah untuk penderitaan rakyat Indonesia. Juga mencakup penjelasan tentang kekayaan alam dan aset – aset berharga yang di miliki bangsa Indonesia.

Hal ini seperti dipaparkan putri bungsu Soekarno yaitu Dhewi Ayu Woelandari atau Ayu Gembirowati Soekarno Putri kepada seputarpublik.com.

Ayu Gembirowati Soekarno Putri atau lebih dikenal lagi dengan Pransisca Soenarti menjelaskan kalau dirinya adalah merupakan anak satu-satunya Ir Soekarno yang terpilih mendapatkan mandat, dan amanah dari wasiat buku super Semar tersebut untuk di simpan dan di selamatkan serta disampaikan kepada seluruh rakyat Indonesia.

“Betul, saya adalah anaknya bapak (Soekarno) yang terpilih mendapatkan mandat dan perintah untuk melaksanakan amanah super Semar ini.
Adalah tidak benar kalau selama ini super Semar di anggap merupakan surat perintah dan mandat dari Ir Soekarno untuk Soeharto demi pengambil Alihan situasi keamanan dan kekuasaan pada waktu itu (1966),” terang Ayu Gembirowati.

Ayu Gembirowati Soekarno Putri atau lebih dikenal lagi dengan Pransisca Soenarti

Karena menurutnya, yang sesungguhnya isi kandungan dari super Semar bukan seperti itu, tapi super Semar adalah merupakan buku amanah yang di buat oleh presiden Soekarno pada waktu itu.

“Semua terkait keadaan politik, keamanan, rupiah, aset negara dan kekayaan alam Indonesia yang melimpah ruah dari Sabang sampai Merauke yang perlu di selamatkan demi kesejahteraan rakyat Indonesia di masa yang akan datang,” ungkap Ayu Gembirowati.

Ayu menambahkan, seperti yang terkandung dari salah satu pasalnya yaitu ; pasal IX hal.09 , butir 4 dari sembilan pokok sumpah antara PB,PBB,HB. Bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke memiliki hak mutlak di antara seluruh dunia.

“Indonesia mempunyai kekayaan alam seisi lautan, daratan dan gunung sebagai bekal untuk kehidupan bangsa Indonesia, kekayaan alam Indonesia merupakan yang terbesar di seluruh dunia. Bekal – bekal kekayaan alam Indonesia dari unsur-unsur bumi, daratan, lautan dan gunung harus dikelola dengan nyata di atas perdamaian dunia pemimpin besar Republik Indonesia pertama selalu menitipkan kehidupan seluruh rakyat Indonesia, hidup dan matinya bangsa Indonesia,” Pungkasnya.

(Bersambung)