Para tokoh bangsa ini awalnya mendirikan organisasi Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI) sebagai sayap politik untuk melawan ideologi komunis. Pada 28 Oktober 1959 IPKI kemudian mendeklarasikan berdirinya organisasi Pemuda Pancasila untuk mengimbangi kekuatan komunis yang kala itu itu membentuk organisasi Pemuda Rakyat.
“Makanya ormas PP menggunakan lambang Pancasila, dan menjadi satu satunya ormas yang menggunakan lambang dasar negara sebagai lambang organisasi,” ungkapnya.
“jadi saya berharap sebagai mana pesan senior kita, jaga marwah organisasi, jangan dikotori atau di rendahkan dengan ulah oknum yang tidak bertanggung jawab, jalankan organisasi sesuai aturan AD/ART yang berlaku,” ucapnya lagi menambahkan.
Memang tidak dipungkiri, ormas PP dimata masyarakat saat ini diidentikan dengan premanisme, tukang bikin onar. Namun, sebenarnya itu terjadi akibat ulah beberapa gelintir saja oknum PP yang tidak bertanggung jawab, akibatnya seperti kata pepatah karena nila setitik rusak susu sebelangga.
Binsar kemudian mengajak seluruh kader ormas Pemuda Pancasila di akar rumput agar mengikuti arus perubahan paradigma ormas PP yang tengah berlangsung dari mengedepankan otot ke intelektual agar citra buruk ormas PP hilang dan citra positif ormas PP kembali muncul di mata masyarakat.
“Sebenarnya ormas PP adalah organisasi intelektual. Buktinya banyak kader PP yang berhasil dan menonjol, Pak Bambang Soesatyo Ketua MPR RI kita contohnya adalah kader PP, Belum lagi yang jadi Gubernur, Bupati atau Walikota, anggota DPRD, anggota DPR RI, Lawyer yang top dan lain lain,” pungkasnya.
(Ahmad Zarkasi)
Komentar