Seputarpublik.com, JAKARTA — Tradisi membeli ikan bandeng jelang perayaan Imlek kembali ramai di kawasan Jalan Sulaiman Rawa Belong, Jakarta Barat, Kamis (12/2/2026). Sejumlah pedagang musiman tampak berjejer mendirikan tenda sederhana di pinggir jalan, menarik perhatian warga yang datang silih berganti sejak sore hari.
Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme masyarakat cukup tinggi. Warga tidak hanya membeli untuk kebutuhan konsumsi keluarga, tetapi juga untuk hantaran kepada kerabat sebagai bagian dari tradisi tahunan masyarakat Betawi.
Salah satu pedagang, Bang Ata (55), mengaku telah berjualan bandeng setiap menjelang Imlek sejak 1980. Ia menyebut tradisi tersebut merupakan warisan keluarga yang terus dijaga hingga kini.
> “Ikan bandeng ini kami ambil dari Indramayu, lalu masuk ke Muara Angke sebelum dijual di Rawa Belong. Hari ini saja sudah terjual sekitar empat kuintal,” ujarnya.
Harga ikan bandeng yang ditawarkan berkisar antara Rp60.000 hingga Rp80.000 per kilogram, tergantung ukuran dan kualitas. Menurut para pedagang, permintaan biasanya terus meningkat mendekati hari perayaan.
Tradisi membeli bandeng jelang Imlek memang telah mengakar di kalangan masyarakat Betawi, khususnya warga Rawa Belong dan sekitarnya. Selain untuk konsumsi keluarga, bandeng juga dibagikan kepada saudara sebagai simbol kebersamaan dan berbagi rezeki.
H. Supli (62), warga Rawa Buaya, Jakarta Barat, mengaku rutin membeli bandeng di lokasi tersebut setiap tahun. Ia membeli 10 ekor bandeng dengan berat rata-rata dua kilogram per ekor untuk dibagikan kepada kerabat dan dimasak bersama keluarga.
Bagi masyarakat Betawi, bandeng kerap diolah menjadi pindang bandeng, salah satu kuliner khas yang hadir dalam momen kebersamaan, baik saat Imlek maupun menjelang Ramadan.
Pasar bandeng musiman di Rawa Belong ini menjadi bagian dari dinamika budaya Betawi yang terus bertahan di tengah perkembangan kota metropolitan. {Hel}*
Komentar