Usai meresmikan halte, Pramono melanjutkan kunjungannya ke RPTRA Bhinneka Swadarma guna memastikan ruang publik tersebut berfungsi optimal sebagai tempat bermain, belajar, dan berinteraksi bagi masyarakat.
RPTRA yang dibangun sekitar enam tahun lalu di atas lahan kosong itu kini menjadi salah satu ruang publik yang banyak dimanfaatkan warga sekitar.
Salah seorang warga, Lia (34), mengaku keberadaan RPTRA memberikan manfaat positif bagi anak-anak di lingkungannya.
> "Semenjak ada ini, terbantu juga. Jadi lupa dengan handphone. Kalau lagi bosan ke sini, pulang nanti balik lagi ke sini setiap hari," tuturnya.
Ia berharap kebersihan serta fasilitas RPTRA terus dijaga sehingga masyarakat dapat menikmati ruang publik yang aman, nyaman, dan ramah keluarga.
Melalui kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta, Pemprov DKI Jakarta optimistis pembangunan transportasi publik serta ruang publik yang inklusif akan semakin mempercepat langkah Jakarta menuju kota global yang modern, berkelanjutan, dan berpihak kepada seluruh warga. (/hel)*
Komentar