Perusahaan juga menjalankan berbagai program strategis seperti penerapan pola single management, avalis produksi, pemetaan geospasial, hingga fasilitasi sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) dan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO).
Hingga tahun 2025, program sertifikasi tersebut telah mencakup lahan seluas 9.267 hektare yang melibatkan 4.544 kepala keluarga.
Sementara itu, PalmCo telah menyerap 6,8 juta bibit sawit unggul bersertifikat untuk mendukung pengembangan sekitar 47 ribu hektare kebun rakyat yang melibatkan lebih dari 23 ribu petani di berbagai wilayah Indonesia.
Selain penyediaan bibit, PalmCo juga memberikan pelatihan teknis, pendampingan budidaya, serta berperan sebagai offtaker bagi areal koperasi unit desa (KUD) dengan luas lebih dari 33 ribu hektare.
Perusahaan turut memperkuat kapasitas kelembagaan petani melalui pendampingan administrasi, teknis, dan budidaya kepada 90 koperasi unit desa (KUD) agar mampu menjadi pusat transfer pengetahuan sekaligus memperkuat ekosistem kemitraan sawit berkelanjutan.
Dalam paparannya, Abdul Muthalib juga menekankan pentingnya percepatan peremajaan tanaman sawit untuk meningkatkan produktivitas kebun rakyat.
"Petani tidak perlu takut melakukan replanting. Dengan peremajaan yang tepat, penggunaan bibit unggul bersertifikat, dan penerapan praktik budidaya yang baik, produktivitas dapat meningkat secara signifikan," katanya.
Workshop AKPSI & Sawit Expo turut dihadiri Direktur Keuangan, Umum, Kepatuhan dan Manajemen Risiko BPDP Zaid Burhan Ibrahim, Bupati Luwu Utara Andi Abdullah Rahim, Anggota Dewan Energi Nasional Satya Widya Yudha, serta Direktur Kemitraan dan Plasma PT Agrinas Palma Nusantara Seger Budiarjo.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, BUMN, pemerintah daerah, kelembagaan petani, dan pelaku industri, Holding Perkebunan Nusantara optimistis percepatan hilirisasi kelapa sawit akan semakin memperkuat nilai tambah industri nasional, meningkatkan produktivitas perkebunan rakyat, serta mendorong kesejahteraan petani sebagai bagian dari pembangunan sektor perkebunan yang berkelanjutan.(Adv)*
Komentar